Langsung ke konten utama

Pikir-pikir tentang berpikir


Menarik ketika aku memahami pikiran ku. Terkadang aku bisa paham banyak orang, tapi aku tidak bisa memahami sesungguhnya pikiran ku.

Mungkin karena aku paham secara sepihak tentang orang lain, tetapi aku harus memahami utuh tentang jalan pikiran yang ku miliki.

Apa sih yang kurasakan?
Serasa ada dua insan yang berbisik dalam pikiran ku, dan keduanya terbiasa untuk saling menyanggah satu sama lain. Ada pro ada pula kontra. Begitulah satu sama lain saling berpagutan.

Lalu apa ruginya? Agak sulit untuk menentukan suatu hal. Mungkin karena itu aku jadi pemikir keras. Hal sederhana sekalipun menjadi kompleks ketika muncul dibenakku.

Apakah ini wajar terjadi? Atau hanya aku saja yang merasakan? Pikirku dalam hati.
Mana ku tahu, aku kan hanya punya satu pikiran saja.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kereta Di Tatar Priangan, Riwayatmu Kini

Warga Jawa Barat patut bergembira, khususnya bagi yang berdomisili di daerah Priangan, karena tidak lama lagi daerah tersebut akan kembali dilalui oleh kereta api. Hal ini diungkapkan langsung oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang baru saja dilantik kurang dari dua minggu. Melalui akun Instagram dan twitter pribadinya, Kang Emil, sapaan akrabnya, mengabarkan bahwa akan ada 4 jalur kereta api yang kembali di reaktivasi. Jalur-jalur tersebut diantaranya adalah Jalur Jakarta-Bandung-Pangandaran, Bandung Ciwidey, Bekasi-Bandung-Garut, dan Bandung-Rancaekek-Jatinangor-Tanjungsari. Tujuan diaktifkan kembali jalur-jalur kereta tersebut adalah untuk mendorong mobilisasi barang dan manusia di Jawa Barat sehingga bisa mendongkrak arus pergerakan ekonomi lebih cepat sampai ke daera-daerah. Di sisi lain, jumlah penduduk Jawa Barat yang hampir mencapai angka 50 juta, atau dua kali lebih banyak dari jumlah penduduk negara Malaysia, memang sudah membutuhkan moda transportasi masal yang ...

Patrimonial, pola yang mengakar dalam budaya politik Nusantara

Kebudayaan merupakan suatu landasan berpijak bagi suatu masyarakat, sehingga ia memberikan pedoman bagaimana warga masyarakat bertindak atau berperilaku dalam upaya mencapai tujuan bersama. Atas dasar kebudayaan, masyarakat membentuk prosedur-prosedur yang harus diterapkan untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. Budaya politik – sebagai unsur dari kebudayaan − merupakan sesuatu yang berkaitan erat pada setiap masyarakat yang terdiri atas sejumlah individu yang hidup, baik dalam sistem politik tradisional, transisional, maupun modern. Hal tersebut dikarenakan, budaya politik adalah aspek politik dari nilai-nilai yang terdiri atas pengetahuan, adat istiadat, tahayul, dan mitos. Kesemuanya dikenal dan diakui oleh sebagian besar masyarakat. Budaya politik tersebut memberikan rasionalisasi untuk menolak atau menerima nilai-nilai dan norma lain. Almond dan Verba mendefinisikan budaya politik sebagai sikap individu terhadap sistem politik dan komponen-komponennya, dan juga sikap individu ...

"Fenomena Latah Sosial", sebuah kebiasaan atau budaya?